menulis entri sambil menitikkan air mata,, #ambektisu #hembuskanhingus..
apelah tak tahu lagi nak cakap macam mana, saya lagi galau, lagi sedih. nak curhat dengan kawan sms pun tak dibalas.
habess tu saya curhat dengan simsimi si robot yang bisa di ajak chatting..


































hahahha LOL ...
but... memang betul lah yang dia cakap.

kenapa awak selalu membuat saya marah, kenapa awak suka membuat saya bersedih, kenapa awak selalu membuat saya menitikkan air mata, kenapa, kenapa ?? apa awak sudah tak cinta lagi ke dengan saya,, hehmmm entahlah saya bingung dengan perasaan awak  awak cakap cinta dan sayang dengan saya tapi kenapa awak suka buat hati saya luka sampai terguris. apa awak nak jadi pemenang membuat hati saya luka terus menerus ?   

saya tak mengerti dengan cara pikir awak, awak tak pernah mengerti dengan perasaan saya bahwa saya tengah terluka karena awak. bukan berarti saya cengeng tapi ini lah saya hanya seorang insan yang lemah. 
saya tak tahu lagi macam mana nak merubah awak agar tak egois lagi macam tu, mengerti dengan kesibukan yang sedang saya kerjakan. saya mencoba untuk propesional dalam pekerjaan, ada masanya bekerja dan ada masa untuk kita bertelponan. saya hanya minta pengertian awak tak lebih pun.
saya hanya minta suffort san minta semangat dari awak, senyuman awak. itu sahaja tak lebih pun. AWAK PAHAM TAK ?
sudah sekian kali nya saya bagi tahu dengan awak, mohon percayalah dengan saya, saya tak selingkuh, saya baik-baik saja disini. saya akan selalu jaga kepercayaan yang awak beri, saya akan senantiasa menunggu awak kembali, saya akan jaga cinta awak. mohon percaya.

saya tak mintak awak yang bukan-bukan.saya harap awak pahami saya serta mengerti kesibukan saya.
 
 












Ingat Allah selalu ada dengan kita, believe in Allah,, simsimi yang cakap.
thanks youu.. *I miss You* Big Hugg :*
waktu malam tu saya lagi asyik bertelponan dengan sahabat saya namanya Ibnu,,, mhheee tapi saya panggil dia dengan sebutan Mbul itulah nama panggilan kesayangan saya untuk dia. 

dia Best friend saya paling istimewa bukan membandingkan But dia sangat mengerti saya, sifat kekanakan saya, manjanya saya, dia tak lah handsome sangat tapi dia manis tak bosan mata memandang. 
saya sayang kan awak, saya takut kehilangan awak. awak sudah temani hari-hari saya, berkongsi kesah dikala duka dan bahagia kita lalui same-same.. betss lahhh., macam orang ber coouple tapi tak lah hanya sebagai sahabat je awak anggap saya. kan.. kan.. 
But,,,, awak tak pernah tahu bahwa saya cintakan awak. sejak awal kita berkomitmen bahwa kita sahabatan sahaja. sebab awak cakap. lebih baik kita bersahabat sampai bila masanya, apabila kita bercoouple belum tentu kita bisa menjadi sahabat seperti sediakala Because Companions are very easy to love, but love is hard to be a friend.
awak tahu tak saya sangat rindukan, gelak tawa awak and bila awak tak ada beri kabar ke saya sehari pun saya gelisah mikirkan awak. saya inginkan awak bukan hanya sekadar friend tapi saya berharap lebih awak jadikan saya girl friend awak,

lanjut ke cerita awal pembahasan, panjang lebar saya bebual dengan dia, cakap tentang kesah orang..huffftt memang hobi menggosip lah kita ni, awak suka menggombal saya.. tekadang lucuu.. awak jangan gombal saya yee nanti saya jadi Geer. 

setiap malam kita bertelponan bila pagi, siang, malam awak rajin messages saya. dari bangunkan tido sampai pula saya tido. awak pria perhatian. itulah sebabnya saya menaruh rasa dengan awak.

lepass tu dia cakap macam mana bila kita sehari je tak bertelponan dan tak ber tets, awak tahan tak bila tak dapat kabar dari saya sehari jee... 
kita puasa sehari jee... 
eittsss lepas tu ini lah yang terjadi.. :))



masih pagii tu ha saya dah menanyakan kabar dia, saya khawatir dengan keadaan dia, sebab dia cakap waktu telponan malam tu di lagi demam. 

Me : selamat pagi abang, macam mana kondisi awak pagi ini, sudah sehat kah ?? *cakapbahasamelayu*

Mbul : awak sudah lupa yee, tapi rencana nya mau puasa semalam ( saya rencana dan bersepakat dengan dia bahwa hendak berpuasa telponan serta ber messages san... mhehee... *puasa Batal*

Me : Bukan saja tangan yang jahil tapi juga hati yang selalu tertuju kepadamu serta Otak yang tak henti-hentinya mengingat (memikirkanmu). 

saya memang tak bisa lepas dari awak. 

I miss You,, :*




Mehh....siang hari yang sangat-sangat terik macam ne membuat saya boring nak buat apa nak tido tetapi saya masih di ruang kerjaan, kerjaan saya tak menentu browsing terus lah, !!
terlebih2 cacing kat perut dah bedangsa dari tadi miscall terus itu tanda nya saya lapar.. hehehe.. 
terpikirlah saya nak tulis entri dekat Blog sesuai dengan isi perut yang tengah lapar hendaklah saya update makanan apa sahaja yang saya sukai. (sekiranya membuat perut tak begitu lapar) #lihat pun dah cukup. eittss okeyy !!!
cekidot...
korang-korang tau dengan kueh putri ayu, entah putri ayu entah putu ayu namanya saya keliru.

Kue Putri Ayu

Bahan:
2 btr telur
225 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
150 gr tepung terigu
200 ml santan dari ½ btr kelapa
3 tetes pewarna hijau
100 gr kelapa setengah tua, kupas, parut kasar
¼ sdt garam

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan terlebih dahulu.
2. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier hingga mengembang dan putih. Kemudian masukkan tepung terigu. Aduk rata.
3. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata.
4. Masukkan pewarna hijau, aduk rata.
5. Campur kelapa dan garam hingga rata.
6. Masukkan campuran kelapa pada dasar cetakan sambil sedikit ditekan agar padat.
7. Tuang adonan kue putu ayu hingga cetakan penuh.
8. Kukus selama 20 menit. Angkat, sajikan.
Untuk 20 porsi

Tips:
* Gunakan api sedang waktu mengukusnya agar kue tidak merekah.
* Jangan terlalu banyak menabur kelapa parut di dasar cetakan karena akan membuat tampilan kue kurang   cantik.

 Kue Pukis
Bahan serta  Resep
  • 250 gram tepung terigu
  • 1 sdt ragi instan
  • 4 butir telur
  • 250 gram gula pasir
  • 300 ml santan dari ½ butir kelapa
  • 3 sdm margarin, untuk olesan
  • 3 sdm meises
  • 50 gram keju, diparut
Cara Membuat Kue Pukis:
  1. Ayak tepung terigu, lalu campur dengan ragi instan, aduk rata.
  2. Kocok telur dan gula hingga kental dan mengembang.
  3. Masukkan campuran tepung terigu sedikit demi sedikit.
  4. Tambahkan santan, aduk hingga rata.
  5. Diamkan adonan selama 30 menit.
  6. Panaskan cetakan kue pukis, olesi dengan margarin.
  7. Tuangkan adonan ke dalam cetakan kue pukis hingga tiga perempatnya.
  8. Setelah bagian tepi membeku, taburkan meses atau keju. Biarkan hingga matang. A
  9. Angkat dan sajikan dalam keadaan hangat.
 Batagor
  • 150 gram udang kupas, dicincang
  • 150 gram daging ayam, dicincang
  • 5 buah tahu putih besar, dipotong diagonal membentuk segitiga
  • 9 lembar kulit pangsit goreng
  • 6 sendok makan tepung kanji/tapioka
  • 3 sendok makan minyak wijen
  • 1 batang daun bawang, dirajang halus
  • 1 butir telur
  • Garam secukupnya
Bahan jika memakai saus kacang :
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok teh cuka
  • 150 gram kacang tanah digoreng dan dihaluskan atau pindakaas/selai kacang 4 buah cabai merah dikeluarkan biji,dipotong-potong dan digoreng, dihaluskan
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya
CARA MEMBUAT
  • Keruk isi tahu untuk memberi tempat bagi adonan baso.
  • Kocok telur kemudian masukkan udang dan ayam yang telah dicincang, tepung kanji, minyak wijen, garam dan rajangan daun bawang.
  • Aduk rata hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
  • Masukkan adonan ke dalam tahu yang telah dikeruk isinya tadi.
  • Untuk pangsit, ambil sedikit adonan, letakkan ditengah-tengah kulit pangsit, lalu ke empat sudut kulit pangsit disatukan dan ditekuk keluar.
  • Panaskan minyak dalam panci atau penggorengan.
  • Goreng tahu dan pangsit dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecoklatan.
  • Pada saat menggoreng, tahu dan pangsit sebaiknya terendam seluruhnya dalam minyak (deep fried).
 *Selamat Mencoba*
bertemu Entri yang berikutnya !!
Istana Siak

Kerajan Siak adalah sebuah kerajaan Melayu Islam yang terbesar di Daerah Riau, terdapat di Kabupaten Siak Srindrapura, dengan Jarak tempuh sekitar 2-3 jam dari Kota Pekanbaru. Kerajaan Siak mencapai masa jayanya pada abad ke 16 sampai abad ke 20. Dalam silsilah Sultan-sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau, dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan.

Air Mancur Taman Andam Dewi Bengkalis

Taman Andam Dewi terletak di Bengkalis, Provinsi Riau. Taman ini memiliki banyak kelebihan, selain memiliki Pemandangan yang lepas ke arah laut, juga memiliki Keindahan Air Mancur sebagai Pusat Rekreasi Taman Kota.


Mesjid Agung An-Nur 

Mesjid Agung An-Nur merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.


 Taman Alam Mayang




Desain Kue ulang tahun paling ngeri yang saya lihat, rasa tak nak makan.. huhh...











  • A: Masih suka menunggu Hujan?
  • L: Iya, memang kenapa?
  • A: Walau dia menyakitimu dan datang pergi sesuka hati?
  • L: Hanya melakukan apa yang harus dilakukan, mungkin kalau dia mendatangiku terus menerus aku malah tidak akan merindunya seperti saat ini.
  • A: Tidak bisakah kamu melupakannya barang sejenak?
  • L: Aku mencintainya, bagaimana mungkin aku melupakannya. :) Dia selalu ada, hanya sayang, kami belum bisa bertemu
  • A: apa yang kamu rasakan jika kehilangan aku?
  • L: Hem, apa maksud mu? Jelas aku merasa kehilangan.
  • A: Apakah kamu akan merinduku sama seperti kamu merindunya?
  • L: Hujan maksud mu? Jelas aku akan merindumu, Kenapa kamu menanyakannya?
  • A: Aku cemburu padanya, Aku tidak pernah melihatmu sebahagia bersama hujan saat dengan ku.
  • L: Aku bahagia bersamamu, hanya kamu tidak melihatnya. Kamu pun suka datang dan pergi sesuka hati. hanya saja kamu lebih sering datang dibandingkan hujan. Aku tidak akan berdebat masalah ini, I do care and love you. Hanya saja sedikit berbeda. 
Rintik Hujan 

 
pertemanan yang baik,sebaik apapun,tetaplah teman … .

Bumi duduk menikmati secangkir kopi,berkumpul dengan sahabatnya sedari kecil.Teman bermain sejak belum mengenal sekolah,dulu yang pertama kali Bumi malu-malu memberikan permen gula-gula untuknya di hari pertama masuk TK.
Namanya Bulan.Gadis yang dulu ketika kecilnya sering menangis karena melihat ulat daun.Rambutnya di kepang dua sampai kelas tiga,selanjutnya rambutnya di kucir tunggal.
“Aku kadang berpikir”,Bumi mengawali kalimatnya sejak setengah jam menikmati dunia masing-masing meski duduk semeja.
Membaca buku masing-masing.
“Apa yang kamu pikirkan Bum?”,Bulan menimpali.
“Aku kadang berpikir,sudah 25 tahun aku menghabiskan waktu sendirian ,didalamnya ada 10 tahun aku mencari-cari sosok perempuan”
“Hahahahaaa lantas mengapa ?”
“Aku kadang bingung sendiri Lan,mencari yang baik itu susah sekali,tidak ketemu-ketemu,sekalinya ketemu sudah keduluan orang”
“Bagaimana dengan Mentari ?”,Bulan bertanya,meletakkan bukunya dan menyimak.Jika kalian sedang berbicara dan seseorang begitu antusias untuk mendengarkan,kamu pasti senang bukan?
“Aku tidak tahu,semuanya tidak pasti,kadang aku berpikir mengapa susah-susah mencari jauh-jauh padahal aku sudah kenal perempuan yang sangat baik,mengapa aku tidak mencoba melamarnya saja”
“Oh iyakah,siapa dia?”,Bulan bertanya antusias.
“Aku berpikir,mengapa tidak kamu saja Lan,perempuan yang sudah aku kenal sejak lama,aku tahu kamu baik dan meskipun ada keburukan,aku sudah menerimanya sejak lama”
Bulan terkejut ? tentu saja.
“Kau tau Lan,aku mungkin yang terlalu muluk mencari-cari,sampai-sampai akutidak mengacuhkan orang-orang yang baik disekitarku selama ini”,
Kalimat terakhir Bumi menggantung,meninggalkan 30menit tanpa pembicaraan.
Bulan merona,belum ada jawaban.Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

#reblogTumblr : karya - Kurniawan Gunadi ( Masgun )
Pernahkah kalian bertanya tentang ini pada ayah kalian?

Tentang apa saja mimpi-mimpinya, apa saja yang membuatnya kecewa, apa saja yang membuatnya bahagia, membuatnya bekerja keras dari pagi sampai sore, dan malam harinya ia bagikan seluruh cintanya keseluruh rumahnya, sampai ke sela-sela langit-langit rumahnya.
Tentu saja, cintanya sebesar cinta ibu, bahkan mungkin terlalu besar hingga tak tampak di seluruh bumi, ia bagikan seluruh cintanya pada anak-anaknya, ia titipkan seluruh pengetahuannya, ia selipkan seluruh doanya pada Tuhan di sepertiga malam untuk anak-anaknya, lalu ia simpan cinta diatas bantal tidur anak-anaknya, membiarkannya menjadi mimpi paling indah yang akan terjadi di masa depan.
Pernahkah kalian melihat peluh mengucur dari dahinya ketika menunggumu pulang sekolah? atau melihat wajahnya tampak cemburu ketika teman lelakimu datang kerumah? pernahkah melihatnya tersenyum dengan tulus ketika melihat kau tumbuh menjadi anak yang tangguh? Bagaimana pun kita, beliau selalu berkata Itu anakku.
Maka jangan celakakan ayah kita, jangan gadaikan seluruh pengorbanan dan cintanya dengan hal-hal yang terlalu murah. Karena bagaimana pun, ayah kita lah yang akan berdiri paling depan untuk membela anaknya, berusaha paling keras untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Maka cintailah ia, dengan menitipkan seluruh doa pada Tuhan agar selalu menjaga ia dan cintanya sampai tempat indah di akhirat kelak.
Untuk papa, takkan ku sia-siakan semuanya :*
Tanggal 07 Desember 2012 adalah hari yang sangat spesial bagimu. yah kamu sedang berulang tahun.
aku mengingatmu sampai hari ini dan detik ini pun karena aku ingin menjagamu dalam kenangan.
bukan karena perasaan apa pun, tapi memang karena kamu pernah ada.





Aku mengenalmu tidak lah lama hanya berkisaran 3 bulan, bukan hanya sekedar kemarin kita berbincang didunia maya. banyak hal yang telah ku lewati bersama mu. Dari kamu aku belajar untuk tetap melangkah walaupun tak sanggup lagi. Kamu mengajarkan aku untuk menjadi kuat. Segala rupa ilmu sabar kamu rangkum menjadi satu; didalam senyumanmu.
Hari ini adalah hari milik kamu. Hari dimana semua orang akan bersuka cita bersamamu. Hari dimana orang yang menyayangimu semua mendoakan segala kebaikan berada di sekelilingmu. Doaku hanya satu, aku ingin kamu bahagia, sehingga aku dapat melihat senyum mu di kejauhan lagi dan lagi.
Bukan sekedar waktu yang telah kau tempuh,
semoga selalu menjadi saat kau bertumbuh.

Bukan sekedar pesta tahunan yang kau sentuh,
Semoga menjadi pengingat tuk bersungguh.
selamat Ulang tahun Kak Tommy :)

Semoga hatimu menjadi yang terkuat, meski tetap rendah hati.
Menjadi manusia pemaaf, dan selalu menjaga diri.

sukses untuk masa depanmu kak, kuliah nya lancar.
"Aku tidak selalu bangga atas apa yang pernah aku lakukan (padamu) di hari kemarin. Tetapi untuk setiap waktu yang aku sesali, untuk setiap malu yang pernah kudapat, aku ingin menebusnya dengan hal-hal yang lebih baik dalam hidupku.  "selalu mendoakan yang terbaik untukmu kak" 
Tertanda,

 orang yang selalu mendoakan kamu setiap waktu.

potongan daun kering pada permukaan telapak tangan. 
sisa kepahitan sebuah kenangan yang ingin ku buang.
 semudah aku meniupnya terjatuh menghempas tanah, 
semudah itu pula aku harus segera melupakannya.
 
 


Kini, hati sudah tak terpenjara oleh luka. Pemasok luka bertukar kerja dengan pemasok bahagia. Tak ada yang terlalu lama untuk mempertahankan, tak ada juga yang terlalu cepat untuk melepaskan. Karena waktulah yang menentukan ketepatan.

Jika kini aku sudah bisa melepas, mungkin Tuhan sudah menyiapkan seorang yang pas. Mungkin kamu orangnya, mungkin kamu pemegang kunci hatiku yang baru, dan mungkin kamu calon pemilik hatiku. Aku tidak sedang menerka-nerka, tapi sedang melahirkan cinta agar terbiasa. Seperti senyuman yang nantinya akan kau sponsorkan. Seperti ada seribu kupu-kupu di dalam perutku ketika mata beradu. Mungkin seperti itu.

Mulanya aku sulit untuk menerima, sebab batin terlanjur luntur rasa percayanya pada cinta. Aku takut untuk mulai membuka hati, namun lebih takut lagi jika kelak tak terobati lagi luka ini.
Lalu kamu datang. Seperti kunang-kunang benderang ketika gelap malam menjelang. Kamu begitu sabar mengetuk pintu di dada. Seperti memanggil cinta itu dari tiada menjadi ada. Sungguh hangat terasa, ketika adamu melipur lara. Semoga ini bukan untuk sementara, yang aku ingin ini tak ada habisnya.

Pada awalnya aku takut jatuh dan sama sekali tidak menemukan tangan untuk kurengkuh. Aku takut menggantungkan perasaan, namun malah berakhir dengan bertepuk sebelah tangan. Aku takut menitipkan hati lalu kemudian justru tersakiti. Namun di saat aku benar-benar menunggu datangnya kebahagiaan, kamu didatangkan oleh Tuhan. Mungkin karena itulah aku kemudian menetapkan kamu, semoga rasa kita kelak akan saling temu.

Mencintai kadang memang harus menunggu. Menunggu seseorang yang tepat, menunggu jalan terbuka agar tak tersesat, menunggu waktu yang seringkali mengajak debat. Sebelumnya mungkin ada luka yang tak kasat mata di dalam dada. Aku pun sempat kehilangan rasa percaya bahwa hati ini juga berhak bahagia. Sampai akhirnya sosokmu datang di duniaku, semesta pikiranku. Dirimu bukanlah sosok sempurna yang memiliki segala. Kau itu satu yang Tuhan hadirkan untukku, yang membuatku percaya bahwa dicintai bukan lagi hal yang semu.

Biarlah lewat kamu, cinta bisa bekerja tanpa diganggu. Biarlah lewat aku, cinta bisa mengembalikan percaya yang telah layu. Biarlah lewat kita, cinta bisa menceritakan keahliannya. Biarlah lewat cinta, kita bisa sama-sama menggandakan bahagia. Biarlah segala rasa yang sedang mengantri tuk dicicipi menjadi saksi, bahwa kita memang ditakdirkan saling mencintai.

Aku ingin pada kita cinta menjadi poros utama. Kemanapun menuju, akulah tujuanmu. Kemanapun kamu melangkah, ada aku di sisimu. Seberapa lama pun waktu akhirnya, semoga semesta memang menjodohkan kita dan luka takkan mendahului gerakan cinta untuk sampai ke tempat kita.

Banyak harapan kutitipkan pada Tuhan. Agar kita kelak mampu terus bertahan, seberat apapun cobaan yang datang di hadapan. Sebagian aku ada padamu, maka jagalah sepenuh hatimu. Sebagian kamu ada padaku, dan percayalah, aku hanya berencana membagi bahagia ini denganmu. 
Kepada segala limpahan cinta yang datang seketika, ada hatiku yang tak akan mampu melepasnya. Tetaplah menjadi ‘kita’, jangan ada niat memisah.

Tetaplah menjadi ‘kita’, buktikan padaku yang seperti apa yang kausebut dengan cinta. Tetaplah menjadi ‘kita’, dan tunjukkan pada dunia bagaimana pada akhirnya kita sanggup bahagia. Tetaplah menjadi ‘kita’ dan pada masing-masing, kita pelihara apa yang semestinya kita jaga.
Hatiku mungkin pernah patah. Langkahku tak jarang goyah dan kehilangan arah. Mencari jawaban di tengah hati yang hampa hanya menghasilkan bingung berkepanjangan. Rasanya seperti mencari gelap di tengah malam, lalu hanya kosong yang kutemukan.

Kau mungkin tak sadar kalau hadirmu adalah penerang, yang menjelaskan pandanganku tentang gelap dan hitam, yang menuntunku pada satu jalan untuk menemukan jawaban, yang menunjukkan padaku kalau cinta itu mampu menyembuhkan. Aku ada untukmu, kau tercipta untuk melengkapkan aku. Dalam kebersamaan kita kebenaran cinta kurasa nyata. Kini biar Tuhan yang menentukan cerita dan kita yang menjaga ‘kita’.

Semoga cinta kita tak seperti segitiga bentuknya, yang menyelipkan sudut baru untuk dibagi cintanya. Tapi aku mau seperti lingkaran. Cinta berada di tengah mengedarkan, lalu kita berjalan pada garis yang tak terputuskan. Aku masih amatiran, biarkan hanya denganmu cinta mahir dijalankan.

Lihatlah, cinta sudah melebihi sekarung gula. Betapa manis dan magisnya, ia menyihir aku yang terlalu bahagia menjelaskan rasa yang tiba-tiba ada. Ya namanya cinta, mengalirkan rasa sederhana dan segera menghadirkan sejuta cerita tentang kita. Terima kasih untuk sebuah adamu yang mampu menuliskan cerita-cerita baru. Di perempatan waktu, dengan doa aku menunggu.

Inilah yang kemudian kusebut sebagai jawaban; ketika kita benar-benar telah saling menemukan.
#KolaborasiRasa #reblognewtumblrestipilami
Seringkali aku bertanya-tanya, mengapa kiranya kenangan tercipta tak semudah kita menghapusnya? 

Kuharap ingatan tentang kita masih tersimpan di dalammu, entah di lipatan memorimu sebelah mana, aku tak begitu peduli. Sebab di dalamku, segala tentang kita berputar-putar tanpa henti. Seperti lagu kesukaanku yang liriknya kuhapal jelas, kata demi kata.
Kita pernah seperti cinta dan benci, yang tak pernah bisa lepas satu sama lain. Kita pernah seakrab kelopak dan air mata, tidak peduli sedang sedih maupun bahagia. Hari-hari pernah selalu dipenuhi oleh kamu dan aku sama sekali tak merasa jemu.

Terbiasa akan hadirmu ternyata tak begitu baik untuk hari depanku. Membuatku selalu ingin berada di masa lalu, ketika hati tak perlu lelah mencari-cari jalan keluar untuk melupakan siapapun. Bukan salahmu membuat aku cinta setengah mati, ini salah hati mengapa begitu saja padamu menjatuhkan diri. Memang, tak ada hati yang bisa memilih tujuannya.

Namun, semua kembali kepada bagaimana kita mencinta. Dan seakan kamu adalah laut yang paling dalam, aku entah mengapa rela menyerahkan diri menjadi penyelam yang tetap saja, pada akhirnya tenggelam. Kepadamu, aku pernah mempertaruhkan harga diri hingga rela bertindak bodoh dan rasa malu sudah tak kuacuhkan lagi. Kepadamu aku pernah dengan pasti menggantungkan perasaan, tapi ternyata kita semata-mata angan.

Di antara kita pernah ada rasa yang serupa tergapai, namun nyatanya tak kunjung sampai. Kupikir, detak jantung kita kala berjumpa saling seirama, namun ternyata hanya perasaanku saja. Kupikir, akan kepadaku kamu menjatuhkan cinta, namun ternyata kisah romantis tentang kita tidak akan pernah ada. Ke manapun kamu menuju, aku menunggu kita untuk saling bertemu, tapi ternyata tujuanmu bukanlah aku.
Kamu telah membuat aku pesimis tentang harapan. Betapa karenamu, kurasa aku tak akan mudah lagi percaya pada cinta yang kelak datang. Hati sudah jatuh terlalu jauh, membawa serta kecewa di saku bajunya. Tanpa pernah tahu, semestinya ia juga berbekal obat penyembuh luka. Kemudian, aku merasa benci pada kenyataan yang terjadi; seperti menyalahkan nasibku sendiri atas ketidakberuntunganku memilikimu.

Lalu sekarang apa? Selain luka, masa lalu juga ternyata mewariskan berlaksa kenangan yang sulit untuk kulupa. Di antara sebagian kenangan yang senantiasa berkeliling itu, ada kamu berdiri tegak di balik segala alasan. Mengapa setelah semesta tidak merestui kita, ia juga memberikan kenang-kenangan masa lalu yang ke manapun selalu membayangi langkah-langkah kakiku?

Aku seperti masih berdiam di hari-hari lampau, enggan untuk melangkah, hingga kemudian hampir punah dibalap oleh sang waktu. Aku masih berharap akan kita, saat jelas-jelas kamu sudah berkata tidak. Seharusnya ini bukan salah daya pikirku yang selalu ingat. Ini salahku yang enggan untuk lupa. Dan ketika kini kamu masih senantiasa mengitari benak, kubiarkan hingga akhirnya waktunya menghapusmu; mutlak.
Seharusnya kisah kita itu serupa nostalgia. Tertinggal di masa lalu, tanpa perlu hadir memorak-porandakan air mata.
#DuetKolaborasiRasa #Estipilamireblognewtumblr. Diperuntukkan bagi mereka yang masih belum disanggupkan untuk melupakan masa lalu dengan segala kenangannya. Semoga pada akhirnya, kenangan itu tidak untuk dicari lalu kemudian malah berbalik menyakiti.
yang tak lagi berada di sisi, biasanya kita sebut masa lalu. Masa yang sudah berlalu. Masa yang semula kayu, kini menjadi abu. Masa yang semula aku bersama kamu, kini menjadi aku tanpamu. 
Memang benar kata pepatah; sesuatu seperti lebih terasa berharga ketika hadirnya sudah tak lagi ada. Sama halnya dengan kamu yang sudah tak di sampingku. Kini, kamulah yang kurasa paling berharga, maka kuingin kamu kembali ada. 

Hari-hari yang tanpa kamu, kini tidak lagi terasa menggebu-gebu. Setiap detik menjadi berbeda, setiap langkah kurasa hampa. Pada waktu-waktu yang baru, masih sering kubawa serta kenangan-kenangan yang semestinya sudah berlalu. 
Bukankah masa lalu sebaiknya ditinggal saja di belakang tanpa perlu kembali menghantui sebagai bayang-bayang? Bukankah yang sudah tiada tak perlu kita harapkan untuk kembali ada? Kisah kita, misalnya. 

Tentang kita, seharusnya aku tak lagi boleh berharap apa-apa. Sebab, pada kisah yang telah dirasa usai, di situ ada kehendak Tuhanagar segalanya selesai. Ya, itulah fungsi kata ‘seharusnya’, menjelaskan nyata bahwa sepi ini memang menyiksa jika kulalui sendirian. 

Biarkan saja aku dianggap tak mengerti situasi. Kuanggap saja mereka tak mengerti keinginan hati. 
Tuhan, jikalau aku memang sudah terlalu sering mengesah, ajarkan aku untuk tidak menyesali yang sudah-sudah. Jikalau keinginanku supaya Engkau mau mengembalikan dia padaku itu terlalu berat, ajarkan aku agar kepada rencanaMu aku selalu taat. Jikalau kami memang sudah seharusnya berpisah, ajarkan aku bahwa memang ada waktunya ranting itu akan patah, tak peduli seberapa lama ia mencoba bertahan pada batang.

Aku selalu percaya, bahwa sesuatu yang telah pergi, sebagiannya akan kembali lagi. Sepeninggal kamu, segala luka kini harus kurawat sendiri. Sepeninggal kamu, segala bahagia terasa asing; sebab tak ada tempat berbagi bising. Sepeninggal kamu dari sisi, tak ada detik tanpa permohonan ini kusebut dalam hati: “Semoga dalam pelukanmu, ada bahagia selalu menemani.” 

Tuhan, jika memang kepergian ini yang Kau inginkan, tolong bantu aku mengikhlaskan. Tuhan, jika memang takdir ini yang harus kujalani, tolong bantu aku menguatkan diri sendiri. Sebab sebelumnya, Kau pernah memberiku penjaga hati, yang kini tak lagi tersentuh jemari. 

Pada saatnya nanti, tolong buat aku mengerti bahwa semua yang telah terjadi selalu memiliki arti. Tolong jaga hati masing-masing daripada kami, hingga pada akhirnya dipertemukan lagi.
Meski keadaan sudah tak akan lagi sama, barangkali aku sudah mulai menjadi dewasa yang mampu menerima. Persiapkan aku untuk berbenah dan menyambut pengganti yang telah Kausediakan. 
Semoga hati ini akan lebih siap untuk mulai menerima sebuah ketiadaan.
Pada ketiadaan, aku pernah menaruh harap. Namun kemudian lupa bahwa ia sudah tidak lagi memerlukan jawab.

#DuetKolaborasirasa #estipilamiReblognewtumblr

Terkadang ketika terlalu mencinta, seringkali kita terlupa bahwa tidak semua hati patut diperjuangkan. Sebab, ada hati yang tak mungkin diluluhkan, sekalipun kita sudah berjuang mati-matian. Seperti aku kepada hatimu, misalnya. Menujumu, aku sudah separuh jalan. Namun separuh hatimu saja seakan tak mungkin aku dapatkan. 

Terkadang aku terlalu berusaha untuk menciptakan getaran-getaran itu tampak nyata. Seperti rasa yang tak pernah habis kehilangan asa. Aku menyadari bahwa kamu sama sekali tidak mengerti akan tanda-tanda. Lalu haruskah kita yang sudah aku rangkai dan belum sempat dimulai, menemui kata selesai? 
Kusebut kamu debar tanpa usai. Sebab meski cinta ini tak pernah diberi balasan, tetap pada hatimu aku selalu menginginkan. Kusebut kamu satu-satunya penantian. Sebab untukmu aku selalu menjaga hati, tanpa pernah tahu bagaimana membuat harap ini mati.

Aku mengejarmu, kamu mengejar yang bukan aku. Kita seperti berlari dalam lingkaran berliku yang ujungnya tak akan pernah berbalik menujuku. 
Adakah kiranya setitik aku dalam lubuk hatimu yang terdalam? Sama seperti keinginanku akan kamu yang tak pernah bisa diam. Sempatkah aku untuk bertamu walau tak lebih lama dari waktu-waktu yang telah berlalu? Sebab sama seperti kamu yang selalu berkunjung tanpa memedulikan logika dan hati yang sedang beradu.

Karena di atas segala yang sudah ada, hanya kamu yang kudamba. 
Pernah kucoba menyerah, namun hati sudah tak bisa mengubah arah. Entah apa yang akan terlintas di benakmu jika tahu bahwa aku telah menginginkanmu sedalam itu.
Aku pernah melupakan harga diri hanya demi mendapatkanmu di sisi. Aku merasa tak keberatan tersakiti hanya untuk menjadi milikmu yang sejati. Aku layaknya seorang bodoh yang bahagia. Ah, biar saja. Dan kamu di sana, aku tidak tahu sedang memikirkan apa.

Entah di bagian mana aku di sepanjang garis pedulimu. Mungkin aku hanyalah semu, yang tak pernah terlintas barang seujung kuku. Ada suara-suara yang tidak dengan hati ingin kaudengar, ada senyuman-senyuman yang di matamu tidak begitu bersinar.
Pada langkah-langkahku yang bahkan sudah goyah, kamu pernah menjadi penunjuk arah. Kini, aku hanyalah entah. 

Tentang tujuan hati yang selalu ada namamu tertulis, hanya kamu sumber kenangan manis. Tentang gores luka sisa perasaan yang tersia-sia, hanya kamu satu-satunya penghilang dan pembawa bahagia. Ini bukan cinta buta. Ini hanya cinta yang terlalu menginginkan sebuah ‘kita’. Akankah semua asa menjadi nyata? Ataukah akan tetap percuma segala tumpukan doa? 

Padamu aku masih saja menggantungkan harap yang entah kapan akan terjawab. Padamu aku masih saja mendamba segala sesuatu yang indah tentang kita.
Pada sebuah arah putar balik, aku memaksakannya lalu justru berhenti di satu titik. Memupuk asa dan keyakinan bahwa menunggumu adalah pilihan yang terbaik. Entah akan sampai kapan, mungkin hingga pada nantinya kamu menyadari segala perasaan-perasaan dan berkeinginan untuk membuka pintu hati secara perlahan—yang entah kapan.
Masih enggan aku untuk menyerah, meski bukan padaku kamu menentukan arah dan langkah.

#DuetKolaborasirasa #estipilamiReblognewtumblr