• A: Masih suka menunggu Hujan?
  • L: Iya, memang kenapa?
  • A: Walau dia menyakitimu dan datang pergi sesuka hati?
  • L: Hanya melakukan apa yang harus dilakukan, mungkin kalau dia mendatangiku terus menerus aku malah tidak akan merindunya seperti saat ini.
  • A: Tidak bisakah kamu melupakannya barang sejenak?
  • L: Aku mencintainya, bagaimana mungkin aku melupakannya. :) Dia selalu ada, hanya sayang, kami belum bisa bertemu
  • A: apa yang kamu rasakan jika kehilangan aku?
  • L: Hem, apa maksud mu? Jelas aku merasa kehilangan.
  • A: Apakah kamu akan merinduku sama seperti kamu merindunya?
  • L: Hujan maksud mu? Jelas aku akan merindumu, Kenapa kamu menanyakannya?
  • A: Aku cemburu padanya, Aku tidak pernah melihatmu sebahagia bersama hujan saat dengan ku.
  • L: Aku bahagia bersamamu, hanya kamu tidak melihatnya. Kamu pun suka datang dan pergi sesuka hati. hanya saja kamu lebih sering datang dibandingkan hujan. Aku tidak akan berdebat masalah ini, I do care and love you. Hanya saja sedikit berbeda. 
Rintik Hujan 

 
pertemanan yang baik,sebaik apapun,tetaplah teman … .

Bumi duduk menikmati secangkir kopi,berkumpul dengan sahabatnya sedari kecil.Teman bermain sejak belum mengenal sekolah,dulu yang pertama kali Bumi malu-malu memberikan permen gula-gula untuknya di hari pertama masuk TK.
Namanya Bulan.Gadis yang dulu ketika kecilnya sering menangis karena melihat ulat daun.Rambutnya di kepang dua sampai kelas tiga,selanjutnya rambutnya di kucir tunggal.
“Aku kadang berpikir”,Bumi mengawali kalimatnya sejak setengah jam menikmati dunia masing-masing meski duduk semeja.
Membaca buku masing-masing.
“Apa yang kamu pikirkan Bum?”,Bulan menimpali.
“Aku kadang berpikir,sudah 25 tahun aku menghabiskan waktu sendirian ,didalamnya ada 10 tahun aku mencari-cari sosok perempuan”
“Hahahahaaa lantas mengapa ?”
“Aku kadang bingung sendiri Lan,mencari yang baik itu susah sekali,tidak ketemu-ketemu,sekalinya ketemu sudah keduluan orang”
“Bagaimana dengan Mentari ?”,Bulan bertanya,meletakkan bukunya dan menyimak.Jika kalian sedang berbicara dan seseorang begitu antusias untuk mendengarkan,kamu pasti senang bukan?
“Aku tidak tahu,semuanya tidak pasti,kadang aku berpikir mengapa susah-susah mencari jauh-jauh padahal aku sudah kenal perempuan yang sangat baik,mengapa aku tidak mencoba melamarnya saja”
“Oh iyakah,siapa dia?”,Bulan bertanya antusias.
“Aku berpikir,mengapa tidak kamu saja Lan,perempuan yang sudah aku kenal sejak lama,aku tahu kamu baik dan meskipun ada keburukan,aku sudah menerimanya sejak lama”
Bulan terkejut ? tentu saja.
“Kau tau Lan,aku mungkin yang terlalu muluk mencari-cari,sampai-sampai akutidak mengacuhkan orang-orang yang baik disekitarku selama ini”,
Kalimat terakhir Bumi menggantung,meninggalkan 30menit tanpa pembicaraan.
Bulan merona,belum ada jawaban.Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

#reblogTumblr : karya - Kurniawan Gunadi ( Masgun )
Pernahkah kalian bertanya tentang ini pada ayah kalian?

Tentang apa saja mimpi-mimpinya, apa saja yang membuatnya kecewa, apa saja yang membuatnya bahagia, membuatnya bekerja keras dari pagi sampai sore, dan malam harinya ia bagikan seluruh cintanya keseluruh rumahnya, sampai ke sela-sela langit-langit rumahnya.
Tentu saja, cintanya sebesar cinta ibu, bahkan mungkin terlalu besar hingga tak tampak di seluruh bumi, ia bagikan seluruh cintanya pada anak-anaknya, ia titipkan seluruh pengetahuannya, ia selipkan seluruh doanya pada Tuhan di sepertiga malam untuk anak-anaknya, lalu ia simpan cinta diatas bantal tidur anak-anaknya, membiarkannya menjadi mimpi paling indah yang akan terjadi di masa depan.
Pernahkah kalian melihat peluh mengucur dari dahinya ketika menunggumu pulang sekolah? atau melihat wajahnya tampak cemburu ketika teman lelakimu datang kerumah? pernahkah melihatnya tersenyum dengan tulus ketika melihat kau tumbuh menjadi anak yang tangguh? Bagaimana pun kita, beliau selalu berkata Itu anakku.
Maka jangan celakakan ayah kita, jangan gadaikan seluruh pengorbanan dan cintanya dengan hal-hal yang terlalu murah. Karena bagaimana pun, ayah kita lah yang akan berdiri paling depan untuk membela anaknya, berusaha paling keras untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Maka cintailah ia, dengan menitipkan seluruh doa pada Tuhan agar selalu menjaga ia dan cintanya sampai tempat indah di akhirat kelak.
Untuk papa, takkan ku sia-siakan semuanya :*