akhirnya gue kembali menulis…
hahaha… jadi gini yah. sebenarnya gue dari kemaren-kemaren pengen
nulis tapi momen yang pas untuk fokus itu yang nggak ada. akhir-akhir
ini gue sibuk banget ,, ia … gue sibuk beresin hati gue yang berserakan
di lantai, hati gue pilu setiap hari entah itu pergi kerja dan pulang
melihat mantan gandengan sama pacar nya. #OkeCurhat..
sudah begitu banyak aksara yang berserakan dikepala belum juga
direalisasikan dalam bentuk tulisan, apalagi kalau lagi Boker nangkring di jamban pikiran gue melayang kemana-mana sudah kebayang apa yang pengen gue tulis nantinya, tapi masalahnya,,, pas gue sudah di depan komputer semua nya Blank....
kenapa gue lebih memilih untuk
curhat di blog. Karena blog lebih mengerti gue, mau gue omelin
bagaimanapun dia nggak peduli. pendengar yang baik.. #HanyaTuhanlahyangtahu
kelak,, jika gue lupa dengan kejadian dan peristiwa yang gue alami di dunia nyata
barangkali blog ini lah yang bisa menjadi mesin waktu pengingat buat
gue.
Oke,, kali ini gue nggak mau bahas masalah kejombloan orang lain,
nggak mau bahas tentang kenapa hubungan cinta gue nggak direstuin orang
tua. #kemudianDiTabok #Plakkkk
*Langsung aja...
Iya. Hidup ini sangat mahal kawan. Sekarang biaya hidup sangat mahal.
Itu kesimpulan yang gue ambil dari semua yang gue lihat dalam kehidupan
ini. Entah hanya perasaan gue aja atau memang kenyataannya bahwa banyak
kehidupan yang dibawah standar. gue sering miris jika sedang dijalan.
Banyak pemandangan yang gue lihat menyesakkan hati. Seperti ketika gue
bolak-balik pergi kerja. Dengan matahari yang bersinar sangat terik. gue
melihat seorang bapak-bapak di seberang tempat gue bekerja ada yang
lagi bangun rumah nah… jadi para pekerja yang membangun rumah tersebut
dari pagi kerja hingga petang, di balik kaca tembus pandang diruangan
kerja gue perhatiin dari kejauhan betapa letih nya mereka, cuaca yang
sangat membakar membuat gue jadi kasihan. Dan yang membuat hati gue pilu
ada salah satu anggaota nya yang rambut nya sudah memutih umurnya sudah
hampir senja. Ingin sekali rasa nya menitik kan air mata *Ambil Tisu*.
Dengan melihat kebawah itulah yang membuat gue nggak berhenti-hentinya
mengucap syukur. Alhamdulillah gue di lahirin dari keluarga yang
sederhana jadi gue bisa menghargai apa itu yang nama nya kerja keras.
Gue masih diberikan kesehatan kenapa gue masih juga ngeluh dalam
menghadapi pekerjaan yang terkadang membuat gue jenuh. Apa yang gue
lihat dalam kehidupan sehari-hari membuat gue banyak belajar dari kaca
mata orang lain. Karena jika melihat ke atas *tunjuk Pejabat* akan
membuat gue iri hati. Iri hatilah pada tempatnya kawan,dalam hal yang
positif bukan dari sisi negatif. Tapi dengan melihat ke bawah membuat
gue bisa memaknai arti kehidupan. Apa itu yang nama nya bekerja keras
untuk bertahan hidup.
Waktunya sudah jam istirahat gue mau pulang, tiba-tiba gue sapa bapak-bapak yang gue perhatiin di balik kaca ruangan kerja gue tadi.
“mauk kemana nak ?”
“Mau pulang pak, bapak mau pulang kerumah juga ? mari saya antar”
Dan kebetulan rumah gue satu arah sama bapak tersebut meskipun rumah
gue agak jauhan. Dengan menuju pulang gue bertanya sama bapak tersebut
di sepanjang perjalanan.
*memulai pembicaraan*
“biasanya pergi kerja dan pulang pakai apa pak”
“Jalan kaki nak”
*cukup jauh sekitar 3 kilo* loh.. ia,,, gue aja LDR an sama tempat
kerja sering telat. Alhamdulillah kalau pacaran gue nggak LDR an.
*EmangPunyapacar?*
“bapak kerja nya pakai borongan ?”
“ ia,, sehari kami di gaji 40 ribu*”
“*kemudian hening* memang cukup untuk beli beras dan belanja anak istri pak ?”
“ yah… di cukup-cukup kan saja lah. rezeki sudah Allah yang
menentukan. bapak hanya bisa berusaha dan bekerja keras. yang terpenting
anak dan istri bisa makan.
*kemudian bapak itu memukul pundak gue*
Nak… bawa motor nya bisa cepatan sedikit, istirahat kerja hanya 1
jam. Jadi pulang ini bapak mau mandi dulu baru sholad dzuhur dan makan
lalu kerja lagi.
*Loh... nanti pergi ke tempat kerjanya pake apa pak ?
"Pakai Sepeda, kalau pagi numpang sama teman satu kerja"
“ kamu kerja di tempat seberang nak ?”
“ ia pak.. loh saya kan kerja nya sudah lama pak, tidak pernah melihat ?”
“ tidak ?”……………..
“ #kemudianHeningg… *gue diam seribu bahasa*
mungkin gue terlalu sibuk di depan komputer menghadapi dunia maya
sehingga orang di dunia nyata saja tidak mengenal dan bahkan tidak
pernah melihat wajah gue. *Pedih Bet Pedihhhh*
Stooppp…. Stooppp… Stoppp sudah sampai nak, terima kasih banyak ya.
“sama-sama pak” #Bighug… Loh… :p
Gue memutar balik arah karena rumah gue tidak lah sejalan dengan
bapak tersebut. Gue di barat bapak itu ke timur. Hhehehe… *Oke abaikan*
(dalam hati gue hanya bisa berdo’a)
Ya Allah … lapangkan lah rezeki nya, sehat kan lah ia ya allah. jaga lah ia dan keluarga nya.
dalam kehidupan dan di sekeliling kita begitu banyak pelajaran yang
sangat berharga yang bisa kita petik. Hidup ini indah kawan jika kita
bermanfaat untuk orang lain, jika kita tidak bisa membantunya dengan
materi dengan tenaga pun jadi yang penting IKHLAS.
Cobalah sekarang kawan buka matamu untuk melihat sekelilingmu.
Bantulah mereka yang membutuhkan. Bantulah dengan bagaimana caramu bisa
membantunya. Jangan kau egois dengan dirimu sendiri. Tak usah takut
dengan tatapan-tatapan dan bisikan-bisikan orang-orang ketika melihatmu
berbagi. Jika kamu sadar kawan. Dengan berbagi itulah kamu dapat
merasakan kenikmatan hidup yang sebenarnya. Sungguh indah dan
melapangkan hati.