Bismillah ... Allah masih sayang kepada kita,
tatkala kita bermaksiat ... inilah bukti betapa besar Kasih Sayang-Nya
kepada kita .....
1. Allah masih menutup aib kita, .. seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita maka betapa malunya kita ...
2. Allah tidak langsung mengadzab kita, .. seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini .. tentu kita akan segera binasa sebelum sempet bertaubat ...
3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita... bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu ..? Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah ...??
4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita ... bahkan hingga nafas terakhir kita ...
5. Bahkan Allah sangat gembira pada hamba-Nya yang bertaubat...(padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam kemaksiatan) .. Subhanallah .. alangkah lembutnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya ...
6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat... lantas .. kenapa kita masih menunda taubat ..?, kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai ..? Apakah kita akan terus demikian hingga Allah cabut rahmat-Nya sehingga kita meninggal dalam keadaan penuh berlumuran dosa ... Na'udzubillahi mindzalik ..!
1. Allah masih menutup aib kita, .. seandainya Allah membongkar satu saja dosa/aib kita maka betapa malunya kita ...
2. Allah tidak langsung mengadzab kita, .. seandainya Allah langsung mengadzab setiap dosa yang kita lakukan tentu kita tidak akan bisa hidup diatas muka bumi ini .. tentu kita akan segera binasa sebelum sempet bertaubat ...
3. Bahkan Allah masih terus memberikan rezki kepada kita... bahkan terkadang ditambah rizki kita, apakah kita tidak malu ..? Bermaksiat tapi terus dibaiki oleh Allah ...??
4. Allah selalu memberi kesempatan bertaubat bagi kita ... bahkan hingga nafas terakhir kita ...
5. Bahkan Allah sangat gembira pada hamba-Nya yang bertaubat...(padahal baru saja sang hamba tenggelam dalam kemaksiatan) .. Subhanallah .. alangkah lembutnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya ...
6. Allah juga memberi ganjaran besar bagi kita yang bertaubat... lantas .. kenapa kita masih menunda taubat ..?, kenapa masih beristigfar tapi dengan hati lalai ..? Apakah kita akan terus demikian hingga Allah cabut rahmat-Nya sehingga kita meninggal dalam keadaan penuh berlumuran dosa ... Na'udzubillahi mindzalik ..!
“ I Love You Very Much “, sebuah kalimat indah
yang akan menggetarkan hati dan jiwa seseorang yang sedang mendamba
kehadiran dan kehangatan sang kekasih, ya... CINTA MATI itulah yang
selalu diharap oleh setiap kita terhadap pasangan kita, kekasih kita,
suami istri kita.
Mengatakan Cinta kepada pasangan kita adalah hal yang wajar dan manusiawi, namun jangan berharap 100 persen Cinta kita dengan Pasangan kita bisa abadi, karena kita adalah manusia biasa yang tidak akan pernah abadi KECUALI keduanya memiliki TOTALITAS CINTA sebagaimana totalitas Cintanya Sahabat Abu Bakar As Shidiq, dijamin pasangan tersebut Cintanya akan kekal Dunia sampai Akhirat. Inilah kisah Totalitas Cinta yang sesungguhnya.
"Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena ada sesuatu yang bersemayam di hatinya." (HR at-Tirmidzi di an-Nawâdir dan al-Ghazali di Ihyâ' Ulûmiddîn)
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah manusia terbaik dari kalangan umat Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW. Beliau juga menobatkannya khalîl atau kekasih terdekat bagi beliau. Faktor utamanya bukan hanya karena banyaknya amal yang beliau lakukan, tapi juga karena totalitas hatinya. Hatinya serba total untuk Allah dan Rasul-Nya.
Pada saat Rasulullah SAW mengumumkan agar kaum Muslimin menyumbangkan harta mereka untuk dana perang Tabuk, Abu Bakar membawa seluruh hartanya kepada Rasulullah SAW. "Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?" tanya Rasulullah kepada Abu Bakar.
"Allah dan Rasul-Nya?" jawab Abu Bakar tanpa keraguan sedikitpun.
"Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati tak menyisakan apapun melainkan apa yang ia cintai," demikian komentar Imam al-Ghazali tentang kisah beliau ini.
Totalitas hati itu membawa Abu Bakar SAW menjadi orang yang paling kenal dengan Allah di antara umat Rasulullah SAW yang lain. Abu Bakar Radhiallâhu'anhu mengorbankan segalanya untuk Allah dan Rasulullah SAW
Hingga, hidupnya begitu miskin setelah mengucapkan ikrar Islam di hadapan Rasulullah. Padahal, sebelumnya Abu Bakar adalah saudagar kaya yang disegani di Quraisy.
Abdullah bin Umar bercerita: Suatu ketika Rasulullah SAW duduk, Di samping beliau ada Abu Bakar memakai jubah kasar, di bagian dadanya ditutupi dengan tambalan. Malaikat Jibril turun menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan salam Allah kepada Abu Bakar.
"Hai Rasulullah, kenapa aku lihat Abu Bakar memakai jubah kasar dengan tambalan penutup di bagian dadanya?" tanya Malaikat Jibril.
"Ia telah menginfakkan hartanya untukku ( untuk kepentingan dakwah: pen)." Sabda beliau
"Sampaikan kepadanya salam dari Allah dan sampaikan kepadanya: Tuhanmu bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu ini ataukah tidak rela?"
Rasulullah SAW menoleh kepada Abu Bakar. "Hai Abu Bakar, ini Jibril menyampaikan salam dari Allah kepadamu, dan Allah bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu/kemiskinan ini ataukah tidak rela?"
Abu Bakar menangis: "Apakah aku akan murka kepada (takdir) Tuhanku!? (Tidak!) Aku ridha dengan (takdir) Tuhanku, Aku rida akan (takdir) Tuhanku."
Semua miliknya habis untuk Allah dan Rasulullah SAW. Inilah totalitas cinta. Cinta yang mengorbankan segalanya untuk Sang Kekasih, tak menyisakan apa-apa lagi selain Dia di hatinya. "Orang yang merasakan kemurnian cinta kepada Allah, maka cinta itu akan membuatnya berpaling dari pencarian terhadap dunia " Demikian untaian kalimat tentang tasawuf cinta yang pernah terucap dari mulut mulia Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq.
“Barang siapa yang mengeluarkan dua macam harta fi sabilillah, maka ia akan dipanggil dari pintu surga… Wahai hamba Allah, sungguh ini perbuatan baik. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan shalat, akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barang siapa yang ikut berjihad, ia akan di panggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan puasa, akan dipanggil dari pintu yang memancarkan air yang segar. Dan barang siapa yang selalu memberikan sedekah, akan di panggil dari pintu sedekah”.
Maka kemudian Abu Bakar r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bisa seseorang dipanggil dari semua pintu surga tadi?” Mendengar pertanyaan Abu Bakar r.a. itu bibir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbuka lalu berkata, “Ya, dan aku sangat berharap engkau termasuk satu diantara orang yang dipanggil dari semua pintu surga.” (HR. Bukhari)
Mengatakan Cinta kepada pasangan kita adalah hal yang wajar dan manusiawi, namun jangan berharap 100 persen Cinta kita dengan Pasangan kita bisa abadi, karena kita adalah manusia biasa yang tidak akan pernah abadi KECUALI keduanya memiliki TOTALITAS CINTA sebagaimana totalitas Cintanya Sahabat Abu Bakar As Shidiq, dijamin pasangan tersebut Cintanya akan kekal Dunia sampai Akhirat. Inilah kisah Totalitas Cinta yang sesungguhnya.
"Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya salat dan banyaknya puasa, tapi karena ada sesuatu yang bersemayam di hatinya." (HR at-Tirmidzi di an-Nawâdir dan al-Ghazali di Ihyâ' Ulûmiddîn)
Abu Bakar ash-Shiddiq adalah manusia terbaik dari kalangan umat Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah SAW. Beliau juga menobatkannya khalîl atau kekasih terdekat bagi beliau. Faktor utamanya bukan hanya karena banyaknya amal yang beliau lakukan, tapi juga karena totalitas hatinya. Hatinya serba total untuk Allah dan Rasul-Nya.
Pada saat Rasulullah SAW mengumumkan agar kaum Muslimin menyumbangkan harta mereka untuk dana perang Tabuk, Abu Bakar membawa seluruh hartanya kepada Rasulullah SAW. "Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?" tanya Rasulullah kepada Abu Bakar.
"Allah dan Rasul-Nya?" jawab Abu Bakar tanpa keraguan sedikitpun.
"Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati tak menyisakan apapun melainkan apa yang ia cintai," demikian komentar Imam al-Ghazali tentang kisah beliau ini.
Totalitas hati itu membawa Abu Bakar SAW menjadi orang yang paling kenal dengan Allah di antara umat Rasulullah SAW yang lain. Abu Bakar Radhiallâhu'anhu mengorbankan segalanya untuk Allah dan Rasulullah SAW
Hingga, hidupnya begitu miskin setelah mengucapkan ikrar Islam di hadapan Rasulullah. Padahal, sebelumnya Abu Bakar adalah saudagar kaya yang disegani di Quraisy.
Abdullah bin Umar bercerita: Suatu ketika Rasulullah SAW duduk, Di samping beliau ada Abu Bakar memakai jubah kasar, di bagian dadanya ditutupi dengan tambalan. Malaikat Jibril turun menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan salam Allah kepada Abu Bakar.
"Hai Rasulullah, kenapa aku lihat Abu Bakar memakai jubah kasar dengan tambalan penutup di bagian dadanya?" tanya Malaikat Jibril.
"Ia telah menginfakkan hartanya untukku ( untuk kepentingan dakwah: pen)." Sabda beliau
"Sampaikan kepadanya salam dari Allah dan sampaikan kepadanya: Tuhanmu bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu ini ataukah tidak rela?"
Rasulullah SAW menoleh kepada Abu Bakar. "Hai Abu Bakar, ini Jibril menyampaikan salam dari Allah kepadamu, dan Allah bertanya: Apakah engkau rela dengan kefakiranmu/kemiskinan ini ataukah tidak rela?"
Abu Bakar menangis: "Apakah aku akan murka kepada (takdir) Tuhanku!? (Tidak!) Aku ridha dengan (takdir) Tuhanku, Aku rida akan (takdir) Tuhanku."
Semua miliknya habis untuk Allah dan Rasulullah SAW. Inilah totalitas cinta. Cinta yang mengorbankan segalanya untuk Sang Kekasih, tak menyisakan apa-apa lagi selain Dia di hatinya. "Orang yang merasakan kemurnian cinta kepada Allah, maka cinta itu akan membuatnya berpaling dari pencarian terhadap dunia " Demikian untaian kalimat tentang tasawuf cinta yang pernah terucap dari mulut mulia Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq.
“Barang siapa yang mengeluarkan dua macam harta fi sabilillah, maka ia akan dipanggil dari pintu surga… Wahai hamba Allah, sungguh ini perbuatan baik. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan shalat, akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barang siapa yang ikut berjihad, ia akan di panggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang selalu melaksanakan puasa, akan dipanggil dari pintu yang memancarkan air yang segar. Dan barang siapa yang selalu memberikan sedekah, akan di panggil dari pintu sedekah”.
Maka kemudian Abu Bakar r.a. bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bisa seseorang dipanggil dari semua pintu surga tadi?” Mendengar pertanyaan Abu Bakar r.a. itu bibir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam terbuka lalu berkata, “Ya, dan aku sangat berharap engkau termasuk satu diantara orang yang dipanggil dari semua pintu surga.” (HR. Bukhari)
Ya Allah, aku mohon pada-Mu agar orang tuaku selalu mendapatkan kesehatan, keberkahan rezeki, dan kasih sayang-Mu ya Allah.
Mungkin ibu lebih kerap menelepon untuk
menanyakan keadaan kita setiap hari... Tapi tahukah kita, sebenarnya
ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelepon kita?
Semasa kecil, ibu lah yang lebih sering mendukung kita... Tapi tahukah kita bahwa sebalik ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah selalu menanyakan apa yang kita lakukan seharian
Saat kita sakit demam, ayah sering membentak "sudah diberitahu! jangan minum yang manis!". Tapi tahukah kamu bahwa ayah sangat risau.??
Ketika kita remaja, kita meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh!".. Sadarkah kita bahwa ayah hanya ingin menjaga kita? Karena bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga.
Saat kita sudah di percayai, ayah pun melonggarkan peraturannya. Maka kita telah melanggar kepercayaannya... Maka ayah lah yang setia menunggu kita di ruang tamu dengan rasa sangat risau..
Setelah kita dewasa, ayah telah mengantar kita ke sekolah untuk belajar...
Di saat kita memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliah kita, ayah hanya mengerutkan dahi tanpa menolak, beliau memenuhinya... Saat kamu berjaya... Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu.. Ayah akan tersenyum dengan bangga...
Sampai ketika jodoh kita telah datang dan meminta izin untuk mengambil kita dari ayah... Ayah sangat berhati-hati mengizinkan nya... Dan akhirnya... Saat ayah melihat kita duduk di atas pelaminan bersama pasangan nya... ayah pun tersenyum bahagia...
Apa kita tahu,bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat bahagia... Dan dia pun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik... Bahagiakan lah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya"...
Setelah itu ayah hanya akan menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita..
Semasa kecil, ibu lah yang lebih sering mendukung kita... Tapi tahukah kita bahwa sebalik ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah selalu menanyakan apa yang kita lakukan seharian
Saat kita sakit demam, ayah sering membentak "sudah diberitahu! jangan minum yang manis!". Tapi tahukah kamu bahwa ayah sangat risau.??
Ketika kita remaja, kita meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh!".. Sadarkah kita bahwa ayah hanya ingin menjaga kita? Karena bagi ayah, kita adalah sesuatu yang sangat berharga.
Saat kita sudah di percayai, ayah pun melonggarkan peraturannya. Maka kita telah melanggar kepercayaannya... Maka ayah lah yang setia menunggu kita di ruang tamu dengan rasa sangat risau..
Setelah kita dewasa, ayah telah mengantar kita ke sekolah untuk belajar...
Di saat kita memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliah kita, ayah hanya mengerutkan dahi tanpa menolak, beliau memenuhinya... Saat kamu berjaya... Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu.. Ayah akan tersenyum dengan bangga...
Sampai ketika jodoh kita telah datang dan meminta izin untuk mengambil kita dari ayah... Ayah sangat berhati-hati mengizinkan nya... Dan akhirnya... Saat ayah melihat kita duduk di atas pelaminan bersama pasangan nya... ayah pun tersenyum bahagia...
Apa kita tahu,bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?
Ayah menangis karena ayah sangat bahagia... Dan dia pun berdoa "Ya Tuhan, tugasku telah selesai dengan baik... Bahagiakan lah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya"...
Setelah itu ayah hanya akan menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjaga kita..
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan
menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan
mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI" nya.
"Rumah yang indah" hanya bungkus nya; "Keluarga Bahagia" itu isi nya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkus nya;
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isi nya.
"Ranjang mewah" hanya bungkus nya;
"Tidur nyenyak" itu isi nya.
"Kekayaan" itu hanya bungkus nya;
"Hati yang gembira" itu isi nya.
"Makan enak" hanya bungkus nya;
"Gizi, energi, dan sehat" itu isi nya.
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkus nya; "Kepribadian dan Hati" itu isi nya.
"Bicara" itu hanya bungkus nya;
"Kenyataan" itu isi nya.
"Buku" hanya bungkus nya;
"Pengetahuan" itu isi nya.
"Jabatan" hanya bungkus nya;
"Pengabdian dan pelayanan" itu isi nya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkus nya; "Melakukan Ajaran Agama" itu isi nya.
"Kharisma" hanya bungkus nya;
"Karakter" itu isi nya.
Mari belajar untuk lebih meng-UTAMA-kan isinya, namun jangan lupa kita rawat juga bungkusnya ya.
Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI" nya.
"Rumah yang indah" hanya bungkus nya; "Keluarga Bahagia" itu isi nya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkus nya;
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isi nya.
"Ranjang mewah" hanya bungkus nya;
"Tidur nyenyak" itu isi nya.
"Kekayaan" itu hanya bungkus nya;
"Hati yang gembira" itu isi nya.
"Makan enak" hanya bungkus nya;
"Gizi, energi, dan sehat" itu isi nya.
"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkus nya; "Kepribadian dan Hati" itu isi nya.
"Bicara" itu hanya bungkus nya;
"Kenyataan" itu isi nya.
"Buku" hanya bungkus nya;
"Pengetahuan" itu isi nya.
"Jabatan" hanya bungkus nya;
"Pengabdian dan pelayanan" itu isi nya.
"Pergi ke tempat ibadah" itu bungkus nya; "Melakukan Ajaran Agama" itu isi nya.
"Kharisma" hanya bungkus nya;
"Karakter" itu isi nya.
Mari belajar untuk lebih meng-UTAMA-kan isinya, namun jangan lupa kita rawat juga bungkusnya ya.
Pengantin Baru
Suami: Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Akhirnya kesampaian juga.
Isteri: Apakah kau rela kalau aku pergi meninggalkanmu?
Suami: Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.
Isteri: Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Suami: Tentu! Selamanya akan tetap begitu.
Isteri: Apakah kau pernah selingkuh?
Suami: Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.
Isteri: Maukah kau menciumku?
Suami: Ya.
Isteri: Hmmmmm.. Sayangku..
Pengantin Basi Tinggal dibalik aja bacanya dari bawah Keatas.
Isteri: Hmmmmm.. Sayangku..
Suami: Ya.
Isteri: Maukah kau menciumku?
Suami: Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.
Isteri: Apakah kau pernah selingkuh?
Suami: Tentu! Selamanya akan tetap begitu.
Isteri: Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Suami: Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.
Isteri: Apakah kau rela kalau aku pergi meninggalkanmu?
Suami: Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Akhirnya kesampaian juga.
Suami: Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Akhirnya kesampaian juga.
Isteri: Apakah kau rela kalau aku pergi meninggalkanmu?
Suami: Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.
Isteri: Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Suami: Tentu! Selamanya akan tetap begitu.
Isteri: Apakah kau pernah selingkuh?
Suami: Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.
Isteri: Maukah kau menciumku?
Suami: Ya.
Isteri: Hmmmmm.. Sayangku..
Pengantin Basi Tinggal dibalik aja bacanya dari bawah Keatas.
Isteri: Hmmmmm.. Sayangku..
Suami: Ya.
Isteri: Maukah kau menciumku?
Suami: Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.
Isteri: Apakah kau pernah selingkuh?
Suami: Tentu! Selamanya akan tetap begitu.
Isteri: Apakah kau benar-benar mencintaiku?
Suami: Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.
Isteri: Apakah kau rela kalau aku pergi meninggalkanmu?
Suami: Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Akhirnya kesampaian juga.
"Gambar ini menunjukkan bayi yang baru saja lahir berserta kantung air ketubang yang masih dalam keadaan baik.
Gambar ini berbicara supaya kita semua berfikir bagaimana ALLAH AZZA WA JALLA menjadikan lendiran-lendiran ini sebagai wakil (pelindung) dari seorang janin tatkala ia berada di dalam kandungan ibunya, di saat dia tidak punya siapa-siapa melainkan ALLAH AZZA WA JALLA."
Seorang ulama pernah menyebut: "Tawakkal seorang bayi sangat tinggi melangit, dibandingkan tawakkal kita kepada ALLAH AZZA WA JALLA, bayi tidak mampu berbuat apa-apa dan menyerahkan takdir sepenuhnya untuk diperlakukan apapun, untuk dibuang, digugurkan, dibunuh dsb. Tapi ALLAH AZZA WA JALLA Maha Pelindung, sekiranya berkehendak sebaliknya, maka dikirimlah malaikat penjaganya.
Gambar yang cukup mengkagumkan dan membuatkan kita terfikir akan keajaiban ciptaan & kuasa ALLAH AZZA WA JALLA.
itulah kekuasaan ALLAH AZZA WA JALLA.
Langganan:
Komentar (Atom)



