Buktinya, banyak falsafah dan peribahasa telah dapat dicipta melalui jenama-jenama rokok terkenal. Seperti contoh di bawah:-
- DUNHILL - Dunia Umpama Neraka Hidup Ibarat Layang-Layang
- WINSTON - Wanita India Naik Stemroll Terlanyak Orang Negro
- MARLBORO - Manusia Akan Ramai Lagi Bila Orang Rogol Orang
- KENT - Kapan Engkau Nak Taubat?
- ROTHMANS - Ramai Orang Telah Hilang Maruah Akibat Nafsu Sendiri
- SAAT - Saat Aku Amat Terdesak
- LM - Lelaki Mandul
- CAMEL - Ciuman Aku Membuat Engkau Lena
- SALEM - Saat Aku Lena Engkau Muncul
Jawapannya adalah bila orang sedang berak mencangkung di dalam jamban, terkadang mencangkung diatas jamban tu membuat kita dapat inspirasi *cakap teman saya*, pernah tak awak tangan sebelah kiri pegang rokok, sementara di tangan sebelah kanan pegang Phone dengarkan musik atau tak tu sambil ngetweet, ngapa pula tak sekalian tangkap gambar lagi berak dah tu uploud lah dekat Fb, twitter atau tak instagram. hehehe... oke saya tak serius, becanda sedikit tak pa kan. terkadang ada juga yang termenung jauh sambil hisap rokok dan buat kepulan asap
bulat-bulat. Bila mereka mendapat idea yang menarik langsung lah tweet, mereka akan pandang
ke atas dengan wajah tersenyum lalu terpandanglah mentol kuning yang
sedang menyala.
Begitulah kisahnya.
n/s 1: Dunia adalah jamban, akhirat adalah rumah. Jamban wajib ada. Tetapi yang menjadi maksud hidup adalah rumah.
n/s 2: Rokok membahayakan kesihatan, mencacatkan perkembangan otak, merencatkan kualiti keturunan dan telah difatwakan haram. Tapi ramai lagi masih merokok kerana ikut fatwa ustaz yang hisap rokok.
n/s 3: Jamban bukanlah tempat yang sesuai untuk mencari idea atau menimba ilmu (dengan membaca akhbar dan majalah) kerana situ banyak pengaruh syaitan.
n/s 4: Kalau dunia adalah jamban dan jamban tempat tinggal syaitan, maka dunia adalah syurga bagi syaitan(?). Sebab kat Akhirat, syaitan akan diseksa dalam neraka setelah mereka enjoy banyak di dunia.
Begitulah kisahnya.
n/s 1: Dunia adalah jamban, akhirat adalah rumah. Jamban wajib ada. Tetapi yang menjadi maksud hidup adalah rumah.
n/s 2: Rokok membahayakan kesihatan, mencacatkan perkembangan otak, merencatkan kualiti keturunan dan telah difatwakan haram. Tapi ramai lagi masih merokok kerana ikut fatwa ustaz yang hisap rokok.
n/s 3: Jamban bukanlah tempat yang sesuai untuk mencari idea atau menimba ilmu (dengan membaca akhbar dan majalah) kerana situ banyak pengaruh syaitan.
n/s 4: Kalau dunia adalah jamban dan jamban tempat tinggal syaitan, maka dunia adalah syurga bagi syaitan(?). Sebab kat Akhirat, syaitan akan diseksa dalam neraka setelah mereka enjoy banyak di dunia.
surat untuk para perokok :
dari orang yang Fakir sampai yang tajir sekalipun, dari yang murtad sampai-sampai yang mengaku ustadz, dari yang mengaku santri sampai baka mentri, dari orang yang bekerja dengan tangan yang kotor sampai dengan kalangan Doktor, dari operator sampai Professor. dari kalangan pelajar sampai staf pengajar, semua rela diperbudak dengan tuhan 9 centi berkepala api. *eitss 9 centi apa 10 centi, oke saya tak da waktu buat ngukur tak da rokoknya pun. rokok Gp 9 Centi tu. #okelanjutkan.
duhai Negeriku engkau adalah Negeri Muslim, bukan Negeri Kafir. bakhan negeri kafir sekalipun mengatur pemuja api ini, oh.. negeriku engkau adalah surga bagi mereka para pemuja, dari ujung Desa hingga ujung Kota, semua memuja tuhan 9 centi berkepala api.
Renungan untukmu wahai para Perokok :
Jika saja tidak ada aktivitas merokok dalam setahun, bisa dibayangkan berapa banyak dana terkumpul yang bisa digunakan untuk proyek yang jauh lebih bermanfaat, kalau saja kita mau berfikir matang-matang, orang - orang yang miskin (mungkin) tidak bertambah miskin akibat meroko, para pengusaha rokok tidak akan bertambah kaya akibat tidak ada aktivitas para perokok, *rumah sakit siap menunggu anda*.
para penumpang dalam angkutan umum yang penuh sesak tidak akan lagi merasa sesak dengan asap rokok, pemerintah bisa menghemat dana untuk penanggulan penyakit akibat rokok. pemerintah bisa menggunakan dananya untuk hal yang jauh lebih bermanfaat. jangan kalian hanya bisa mengkritik pemerintah dengan segala kebijakannya, sementara kalian tidak bisa mengkritik diri sendiri, karena kalian pun sama dengan anggota dewan yang suka menghambur-hamburkan uang.
pertanyaan untukmu wahai para perokok : kemanakah batang-batang rokok yang kalian hisap, yang jika diukur panjangnya melebihi panjangnya jalan yang ada dinegeri ini, atau tidak tu sepanjang tembok raksasa cina. kalian berkata kami tidak dapat berfikir jika tidak merokok, lantas apakah kalian masih mau diperbudah ketergantungan terhadap rokok, berfikirlah wahai sang ayah yang sedang merokok didepan putra-putrinya, apakah engkau hendak meracuni keluargamu dengan asap rokokmu, ataukah engkau sedang mengajarkan anak-anakmu untuk bisa merokok merokok seperti dirimu ?
berfikirlah wahai para pelajar yang sedang merokok dan belajar merokok, apakah orang tua kalian memberi uang untuk kalian hambur-hamburkan dengan asap roko yang tida berguna, pikirkanlah tentang harta-harta kalian yang telah kalian belanjakan untuk memberli rokok hanya untuk kalian bakar, tengoklah sebentar tetangga - tetangga kalian yang mungkin tidak dapat makan. karena ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya, sementara kalian malah asyik-asyikan membakan uang-uang kalian, berfikirlah selagi kalian mampu untuk berfikir, sebelum datangnya waktu bagi kalian semua untuk tidak dimintakan lagi berfikir, sebelum datangnya waktu bagi kalian untuk tidak dimintakan lagi berfikir, sebelum datangnya waktu bagi kalian dengan sebuah pertanyaan, Dari mana engkau dapatkan hartamu dan kemana engkau membelanjakan hartamu ?



0 komentar:
Posting Komentar