Tentang apa saja mimpi-mimpinya, apa saja yang membuatnya kecewa, apa
saja yang membuatnya bahagia, membuatnya bekerja keras dari pagi sampai
sore, dan malam harinya ia bagikan seluruh cintanya keseluruh rumahnya,
sampai ke sela-sela langit-langit rumahnya.
Tentu saja, cintanya sebesar cinta ibu, bahkan mungkin terlalu besar
hingga tak tampak di seluruh bumi, ia bagikan seluruh cintanya pada
anak-anaknya, ia titipkan seluruh pengetahuannya, ia selipkan seluruh
doanya pada Tuhan di sepertiga malam untuk anak-anaknya, lalu ia simpan
cinta diatas bantal tidur anak-anaknya, membiarkannya menjadi mimpi
paling indah yang akan terjadi di masa depan.
Pernahkah kalian melihat peluh mengucur dari dahinya ketika
menunggumu pulang sekolah? atau melihat wajahnya tampak cemburu ketika
teman lelakimu datang kerumah? pernahkah melihatnya tersenyum dengan
tulus ketika melihat kau tumbuh menjadi anak yang tangguh? Bagaimana pun
kita, beliau selalu berkata Itu anakku.
Maka jangan celakakan ayah kita, jangan gadaikan seluruh pengorbanan
dan cintanya dengan hal-hal yang terlalu murah. Karena bagaimana pun,
ayah kita lah yang akan berdiri paling depan untuk membela anaknya,
berusaha paling keras untuk kebahagiaan anak-anaknya.
0 komentar:
Posting Komentar