Bahkan untuk pergi, aku tak mampu lagi melangkahkan kaki,
kaki ku sudah menjadi kaku serta tangan sudah tak mampu lagi untuk melambai,
ia hanya ingin merengkuh.
dan mulutpun sulit untuk berucap selamat tinggal,
bukan karena apa-apa tapi karna kamu aku ingin hidup,
melewati hari bersama-sama dengan kerinduan yang tak pernah usai dan tak kan habis ditelan oleh waktu, melukis kebahagian sehingga semesta menjadi saksinya,
jika kau selami hatiku lebih dalam maka kau akan mendapati jawabnya karena padamu aku ingin berhenti, dan hatimu adalah tujuanku untuk berpulang karna disanalah aku mendapatkan kenyamanan.

-vivie hartanty-
Riau



0 komentar:

Posting Komentar